Rabu, 03 September 2008

puisiku

Disini aku berdiri
Di depan cermin yang makin buram
Samar-samar kutatap sosok bernoda
Tertawa mengejek kesombonganku
percuma kuhapus
tangankupun berbalut angkuh
Mengapa dia terus melekat dalam kisi jiwa yang rapuh
tergugu aku dalam sendu yang penasaran
tak mampu menanggalkannyakah aku??

Tidak ada komentar: